November 9, 2007
Kegemukan Memudahkan Munculnya Kanker Payudara
Masalah :
Assalamualaikum wr wb
Dokter Zubairi Yth,
Ibu saya berusia 60 tahun, kondisi kesehatannya cukup baik. Beliau masih aktif mengajar, olahraga juga teratur, bahkan masih main tenis. Yang ingin saya tanyakan, saya agak khawatir mengenai risiko beliau terkena kanker. Tante saya meninggal pada usia 39 tahun karena kanker payudara. Saat ini, ibu saya mengonsumsi obat hormonal secara teratur. Obat ini diminum sejak empat tahun lalu ketika memasuki menopause. Tinggi badan ibu 160 cm, berat badan 75 kg.
Hapsari, Jakarta
Jawaban :
Waalaikumussalam wr wb
Mbak Hapsari yang baik,
Kekhawatiran Anda memang beralasan. Pertama, karena sudah berusia 60 tahun, tentu risiko terkena kanker lebih tinggi dari umur 50 tahun misalnya. Namun, penting dipahami bahwa memiliki risiko terkena kanker payudara, tidak berarti ibunda pasti akan sakit kanker payudara. Mempunyai risiko berarti ibunda mulai harus memikirkan dan melaksanakan upaya-upaya untuk mengurangi faktor risiko dan menjalani skrining kanker payudara.
Fakta bahwa adik kandung ibu sakit kanker payudara meningkatkan risiko ibunda untuk terkena kanker payudara di kemudian hari. Untuk diketahui, risiko seseorang kena kanker payudara meningkat, bila ada ibu, kakak atau adik kandung, atau anak perempuannya sakit kanker payudara. Apalagi bila diketahui kanker payudara pada usia muda, kurang dari 40 tahun.
Mbak Hapsari sekarang usianya 39 tahun, artinya usia ibu sewaktu melahirkan Mbak Hapsari sekitar 21 tahun. Melahirkan pada usia relatif muda seperti ibunda, mengurangi risiko kena kanker payudara. Makin lanjut usia seseorang waktu melahirkan anak pertama, makin besar risiko terkena kanker payudara. Karena ibunda melahirkan anak pertama pada usia sekitar 21 tahun, data ini merupakan faktor proteksi buat ibunda.
Sebaliknya, usia menopause ibunda pada umur 56 tahun, lebih dari 55 tahun, meninggikan risiko untuk terkena kanker payudara. Bila ibu benar minum obat hormonal setelah menopause (hormone replacement therapy), maka risiko terkena kanker payudara meningkat. Untuk itu, ada baiknya mulai dipertimbangkan untuk menghentikan obat hormonal tersebut, khususnya tahun depan, ketika ibunda mengonsumsi obat tersebut sudah lebih dari lima tahun. Ibunda perlu konsultasi dengan dokter keluarga.
Terakhir mengenai kegemukan. Berat badan ibunda yang 75 kg, jelas melampaui batas berat badan normal. Kegemukan pada waktu menopause meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Tubuh wanita memproduksi estrogen di jaringan lemak, sehingga wanita yang gemuk, apalagi bila obesitas (gemuk berlebihan), mempunyai kadar estrogen lebih tinggi yang memudahkan timbulnya kanker payudara.
Jadi, penambahan berat badan dan pengobatan hormonal untuk mengatasi gejala menopause dapat berkontribusi meningkatkan kadar estrogen, sehingga meningkatkan risiko kanker payudara, apalagi pada usia di atas 60 tahun.
Jadi, jangan melupakan pesan saya terdahulu, makan buah 2-3 kali sehari, makan sayur 2-3 kali sehari, dan olahraga atau berjalan cepat setengah jam sehari. Semua ini akan menekan risiko kanker payudara, sekaligus juga bermanfaat mencegah stroke dan serangan jantung. Untuk ibunda Mbak Hapsari, tenis atau olahraga lain atau berjalan cepat amat baik untuk kesehatan, karena itu lanjutkan.
Dr Zubairi Djoerban
Sumber : Republika online
Spread the word
Trackback uri
http://obatdankesehatan.cemiti.com/kegemukan-memudahkan-munculnya-kanker-payudara/trackback












Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.