November 25, 2008

Manfaat Sayuran


Tanya:

Yth dr Dadang
Dok, saya suka sekali makan sayur-sayuran hijau, terutama sayur daun seperti bayam, daun singkong, dan juga brokoli. Biasanya sayuran itu cukup saya rebus. Namun, kalau habis makan sayuran itu, perut rasanya tidak enak seperti mual dan perut terasa penuh. Mengapa hal itu terjadi dok? Apakah saya boleh tetap makan atau mengurangi konsumsi sayur?

Andien, Jakarta



Jawaban :

Yang terhormat Andien,
Sayuran hijau, seperti bayam, daun singkong, dan juga brokoli mengandung zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Zat gizi terbanyak dalam sayuran hijau adalah air (81,0-96,1%). Zat gizi penghasil energi kadarnya rendah yaitu karbohidrat (2,9-6,5%), protein (0,6-3,0%), dan lemak (0,1-0,5%).

Sayuran hijau tidak memberikan jumlah energi/kalori tinggi, hanya 12-36 kalori/100 g. Akan tetapi, sayuran hijau menyediakan serat (fiber) dalam jumlah besar.

Sayuran hijau sangat penting karena mengandung vitamin dan mineral. Sayuran hijau juga mengandung antioksidan, karotenoid, misalnya all-trans-neosantin, 9-cis-neosantin, violasantin, neokrom, lutein epoksida, all-trans-lutein, neolutein-B, neolutein-A, dan cis-�-karoten.

Sayuran hijau selain bermanfaat untuk kesehatan, sayuran juga dapat menyebabkan efek samping. Namun, efek samping sayuran hijau tidak terjadi pada setiap orang dan untuk setiap sayuran.

Sayuran hijau, seperti bayam, daun singkong dan brokoli mengandung karbohidrat tidak dicerna (undigestible carbohydrate) dan tidak diserap (unabsorbed carbohydrate), misalnya raffinose, resistant starches. Manusia tidak punya enzim alfa-galaktosidase sehingga raffinose, resistant starches tidak dicerna dan tidak diserap usus halus. Raffinose, resistant starches langsung masuk ke usus besar mengalami fermentasi oleh bakteri.

Anda, kalau habis makan sayuran hijau seperti bayam, daun singkong, dan brokoli, perut rasanya tidak enak seperti mual serta perut terasa penuh bisa disebabkan adanya gas karbondioksida, metane hasil fermentasi raffinose, resistant starches.

Pencegahan efek samping sayuran hijau adalah sayuran direbus atau dimasak agak lama, tetapi tidak terlalu lama. Sayuran hijau yang telah direbus kemudian dipotong atau dicincang kecil-kecil sebelum dimakan.

Anda harus makan sayuran hijau yang telah dicincang kecil-kecil secara pelan-pelan dalam suasana lingkungan tenang. Sayuran hijau dikunyah sesering mungkin, sekurang-kurangnya 20 kali kunyahan sebelum sayuran ditelan.

Anda mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, daun singkong dan juga brokoli, porsi kecil, kemudian setelah beberapa minggu ditingkatkan porsinya secara bertahap. Anda boleh tetap makan dan dianjurkan terus mengonsumsi sayuran hijau, seperti bayam, daun singkong, dan brokoli.

Dadang Arief Primana

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

 

 

 

Sumber : Bisnis Indonesia online

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 15, 2008

Pentingnya Susu Buat Si Kecil

Masalah :

Dokter Waldi yang baik,
Saya ibu dua anak yang sudah beranjak dewasa dan remaja (20 dan 15 tahun). Meski sudah besar, bagi saya mereka tetaplah anak-anak.

Anak pertama saya minum susu formula karena ASI saya mampat dan tak keluar lagi sampai ia berusia 3 bulan. Anak ke 2 mendapat ASI sampai usia 14 bulan.

Kedua anak saya ngedot susu formula impor yang mahal sampai usia 4,5 tahun (karena ternyata saya korban iklan susu). Sayangnya, kedua anak saya terlahir dengan asma keturunan. Bahkan sampai usia 8 tahun tubuh anak ke 2 saya sangat kecil, ringkih, dan kedua tulang pundaknya terangkat ke atas. Kini alhamdulillah sehat, dengan TB 178 cm dan BB 63 kg. Ia pun suka berenang dan karate, serta tanpa serangan asma selama 3 tahun terakhir.

Sebenarnya apa manfaat susu bagi anak-anak, remaja, dan dewasa? Kami pernah tinggal di Illinois, AS. Selama di sana, anak-anak sangat sehat, tanpa serangan asma sama sekali, bahkan di saat suhu - 15 C. Mereka minum susu cair segar karena di sana tak biasa minum susu bubuk. Masalah timbul saat kami pulang ke Tanah Air. Asma anak-anak kambuh lagi.

Dokter melarang keras minum susu sapi, dan harus susu kedelai merek tertentu. Anak-anak protes karena rasanya tak enak. Mengapa banyak dokter anak di Indonesia suka sekali melarang anak minum susu sapi dan merujuk minum susu lain? Penting tidak, anak dan kita minum susu?

Suku Indian di Amerika tergolongan alergi susu dan dairy products, bahkan suatu kali dr. Waldi pernah bilang, kita adalah ras Mongol yang tak perlu susu. Saya tak percaya produk susu merek tertentu memiliki khasiat hebat tertentu. Orang di negara maju hanya minum satu macam susu: susu sapi segar. Terima kasih.

Ny. Rianani PR - Malang

 

Jawaban :

Ibu Riani yang heran dan kritis di Sukun,
Wah, senang ya pernah tinggal di negeri maju, bisa banyak belajar dan mengenal perbedaan, bahkan menerima perbedaan. Alhamdulillah juga anak Ibu tumbuh sehat dan bugar di negeri itu. Saya yakin pasti kualitas udaranya terjaga ketat, sehingga serangan asma anak Ibu jauh berkurang bahkan sirna.

Eh, kembali ke Malang asma kembali kumat, padahal bukantah udara di Malang lebih baik daripada kota yang lebih besar? Jadi, jangan mampir ke Jakarta atau Surabaya atau Lusi (katanya kependekan dari Lumpur Sidoarjo?), bisa-bisa anak bakal dirawat karena serangan asma berat, saking kotornya udara.

Saya berharap banyak kaum kita yang bisa menengok negeri maju, mengambil manfaat dan menerapkan mana yang baik di negeri sendiri. Ada (banyak?) orang kita yang pernah menginjak negeri maju dan beradab, mematuhi aturan main di sana, tertib, disiplin, dan berlaku jujur, tak lupa berfoto keren dan memborong cindera mata saat pulang, tetapi saat kembali ke negeri sendiri sama sekali tak tersisa perbuatan baik yang dipatuhinya. Kembali ke jam karet, jorok, korup, dan lainnya. Memang di Indonesia sebagian anak negeri aneh-aneh, lho, Bu.

Pengalaman Ibu di negeri maju mestinya bisa jadi bahan pembelajaran bagi masyarakat di negeri kita yang ruwet ini, khususnya soal pembiasaan minum susu. Betul sekali Bu, di banyak buku tentang kesehatan anak, saya tak pernah membaca perlunya anak minum susu bubuk, tetapi benar bila susu-cair-segar. Di Indonesia ceritanya unik, saya belum perlu bilang mengapa.

Hanya begini penjelasan saya: Yang akan saya bicarakan di sini adalah susu untuk usia setahun ke atas ya, sebab untuk kurang dari setahun saya masih mengandalkan ASI. Kalaupun tak ada ASI saya harus menawarkan susu formula untuk bayi, sebab keadaan bayi di usia ini belum bisa mencernakan dan memroses air susu sapi dengan baik. Berbeda untuk usia di atas 1 tahun. Juga saya tak bicara susu khusus (susu bebas-lemak, susu hipo-alergenik, susu bebas-laktosa, susu kedelai, susu elemental) yang diberikan pada anak-anak dengan kelainan/penyakit tertentu, yang tentu jumlahnya hanya amat sedikit dibanding anak normal.

Bagi anak, remaja, dewasa, susu adalah nutrisi pelengkap selain makanan dengan gizi seimbang yang ditelannya sehari-hari. Dari sini saja sudah terlihat: susu adalah pelengkap, bukan diet utama (seperti bayi di bawah usia 6 bulan). Nutrisi utama yang diharapkan dari susu adalah kandungan kalsiumnya yang tinggi dibanding jenis makanan lainnya.

Susu cair segar - langsung dari sapi - adalah susu rekomendasi untuk anak-anak (usia lebih dari 1 tahun) dan dewasa. Susu segar cair tak terasa manis (tetapi tawar, plain), dan tak menggunakan tambahan rasa tertentu (madu, coklat, vanili, stroberi). Ini pilihan pertama. Di banyak skema tentang piramida makanan, selalu digambarkan gelas susu atau jumlah ml yang diperlukan dalam sehari.

Hanya harus diwaspadai, susu cair segar berkemungkinan tercemar kuman, sehingga mesti direbus sejenak (pasteurisasi, direbus tak sampai mendidih) agar sebagian kuman mati tapi vitamin yang dikandungnya masih utuh. Pada anak kecil atau ibu hamil kira-kira dibutuhkan sehari 400-500 ml susu cair untuk memenuhi kalsiumnya.

Sayangnya, untuk ras Asia atau Mongol (seperti yang pernah saya ulas) tak semua orang mampu mencernakannya, sehingga dapat timbul keadaan yang disebut intoleransi laktosa (laktosa adalah zat hidrat arang utama dalam susu). Ibu juga menambahkan suku Indian, ini saya baru tahu. Keadaan ini sering ditandai dengan perut kembung, mulas, mual, dan mencret.

Makin tua seseorang (ras Asia/Mongol) biasanya makin tak mampu mencernakan laktosa, sebab enzim pencernanya telah sirna - bahkan terkadang anak usia sekolah sudah mengalaminya. Untuk kelompok ini, kebutuhan kalsium harus diperoleh dari zat lain (udang, kerang, ikan, sayur brokoli) karena ia akan menolak minum susu. Kejam bila memaksanya minum susu, kecuali sengaja ingin membuatnya selalu mulas dan mencret.

Saya yakin di Malang - apalagi kota Batu - banyak tempat pemerahan sapi, sehingga susu segar mudah didapat, seperti di Illinois. Segar dan tentu saja murah. Kota-kota kecil di Barat dan Timur yang dekat dengan tempat pemerahan susu menyelenggarakan pengiriman susu segar dari rumah ke rumah setiap hari. Kini, banyak susu cair segar dikemas dalam kantong kertas. Masa kadaluarsanya cepat sekali, bisa 1-2 hari pasca pemerahan.

Di kota yang jauh dari tempat pemerahan (seperti Jakarta atau Surabaya), susu cair segar tak mudah didapat. Untuk ini industri pengolahan susu menawarkan susu yang sudah terolah sebagian, yang dikenal dengan nama susu cair pasteurisasi. Ini susu pilihan kedua. Susu cair ini vitaminnya belum rusak terdidihkan, dan sebagian kumannya masih ada. Susu ini juga dikemas dalam kantong kertas dan kadaluarsanya lebih lambat daripada susu cair segar (beberapa hari saja).

Lebih canggih dari susu cair pasteurisasi adalah susu cair UHT, yakni susu yang dipanaskan dalam suhu sangat tinggi (ultra high temperature), dan umumnya ditambahi vitamin sebab sebagian vitamin aslinya rusak akibat pemanasan yang tinggi tadi. Susu cair ini steril sehingga masa kadaluarsanya lebih lama (beberapa minggu-bulan). Ada yang disimpan di kantong kertas atau kaleng. Susu cair UHT lebih mahal daripada susu cair pasteurisasi.

Lebih canggih lagi adalah susu bubuk. Ini biasanya diolah dengan teknologi rumit, sebab harus membubukkan susu cair dahulu. Banyak rantai produksi yang terlibat, termasuk pabrik kemasan kalengnya dan promosinya. Tentu jauh lebih mahal karena konsumen harus membayar semua ongkos produksi mulai teknologi membubukkannya, biaya impor, pabrik kalengnya, promosi, nama dagang dan tambahan-tambahan lain.

Orang negeri seberang tahu persis soal faedah susu lalu memilih susu cair segar yang murah meriah, dan meninggalkan susu bubuk (apapun mereknya). Masuk akal bila kemudian produsen mengalihkan (atau menggiatkan) produksinya ke masyarakat yang masih mudah tersedot iklan susu bubuk, mana lagi selain negeri yang mirip kita, ya? Ditambah embel-embel mencerdaskan, membesarkan, menumbuhkan, menaikkan daya tahan tubuh saja sudah membuat konsumen mabuk kepayang dan bersemangat memborongnya.

Sayangnya, tak ada peternak sapi yang sanggup mempromosikan sapinya di radio dan teve, sehingga hanya gigit jari ketika susu segar sapinya tak disambut hangat konsumen susu Indonesia. Industri susu bubuk ini juga lebih suka mengimpor susu bubuk dari Australia atau New Zealand (seperti yang pernah disampaikan tatkala dunia heboh dengan melanin dari Cina baru-baru ini).

Salah satu yang perlu diketahui dengan mengkonsumsi susu cair adalah kandungan besinya. Kandungan besi susu cair agak sulit tercerna manusia, sehingga sangat mungkin seseorang yang hanya mengkonsumsi susu cair saja akan mengalami kekurangan zat besi - yang dikenal dengan anemia defisiensi besi. Maka, bagi yang mengkonsumsi susu cair jangan lupa mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging, limpa atau hati.

Industri susu bubuk juga tahu hal ini, sehingga berniat baik menambahkan zat besi ke dalam susu bubuknya. Sayangnya, pada beberapa merek susu bubuk yang diperkaya besi (dan mikronutrien tambahan lainnya) menjadikan rasanya tak segar lagi dan sering membuat tinja relatif lebih keras daripada bila tak mengkonsumsinya.

Bagi anak-anak yang pernah minum susu bubuk dan telah beralih ke susu cair, umumnya tak akan lagi menyukai susu bubuk. Kini produsen susu bubuk juga mulai mengeluarkan produk susu cair, setelah membaca gelagat masyarakat Indonesia yang mulai melek soal susu cair. Ini pertanda baik, yang mudah-mudahan harga jualnya jauh lebih murah.

Dari cerita di atas saya tak bisa menjawab mengapa dokter di Indonesia rajin menganjurkan susu bubuk tertentu tinimbang susu sapi segar generik yang lebih murah dan tersedia di negeri kita yang kaya sapi ini. Mungkin rujukan buku yang dibaca dokter itu beda dengan yang saya baca selama ini. Juga saya tak bisa menjawab mengapa dokter di Indonesia lebih suka menunjuk cepat-cepat merek susu bubuk tertentu daripada menerangkan tentang liku-liku industri susu cair dan susu bubuk.

Mungkin ada baiknya ibu bertanya langsung kepada beliau penganjurnya mengapa menganjurkan susu bubuk ini dan itu. Mengapa juga semester ini merek anjurannya tak sama dengan semester lalu. Mengapa tak pernah menjelaskan faedah susu cair segar generik, susu cair pasteurisasi, susu cair UHT. Saya kira banyak pembaca yang sudah tahu jawabnya dan senyum simpul membaca ulasan saya ini. Konon kata pepatah: sudah gaharu cendana pula.

Dokter Waldi

 

 

Sumber : Nova

 

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 14, 2008

DBD Tanpa Panas Tinggi

Masalah :

Dokter Waldi yang baik,
Saya ibu yang baru dua bulan lalu kehilangan anak satu-satunya saat berusia 8 tahun. Ia meninggal karena terkena demam berdarah dengue (DBD) stadium 4, dan penyempitan jantung. Awal gejalanya, suhu badannya hangat selama 2 hari, tetapi tidak panas tinggi dan tidak terus-menerus hangat.

Oleh karena khawatir, saya bawa ke dokter. Kata dokter, batuk pilek biasa karena cuaca lagi tidak bagus. Setelah minum obat, suhu badannya normal. Pikiran saya jadi tenang. Namun, di hari ke 5 badan anak saya hangat lagi. Berhubung obat dari dokter masih ada, saya minumkan lagi dan badannya normal kembali.

Ia makan dan main lagi seperti biasanya anak sehat. Sempat saya tanya, yang sakit apanya? Jawabannya, tak ada yang sakit. Tiba-tiba jam 02.30 dini hari anak saya sudah tak bisa apa-apa, mulutnya menutup, matanya cuma kelihatan putihnya saja. Melihat kondisinya, langsung saya bawa ke rumah sakit.

Dokter bilang, saya sudah terlambat membawa anak saya ke rumah sakit karena ia terkena DBD stadium 4 dan penyempitan jantung. Kata dokternya, ibu tinggal menghitung hari saja. Jam 05.25, anak saya meninggal, walau sempat ditolong dengan berbagai peralatan, infus, dan obat-obatan. Kami sekeluarga menerima dengan ikhlas kepergiannya. Mungkin ini jalan yang terbaik.

Saya masih belum mengerti tentang penyakit anak saya. Selama ini ia tak pernah sakit dan sangat lincah, biarpun BB-nya 43 kg, tapi dalam waktu singkat nyawanya tak bisa tertolong. Saya berharap dokter bisa menjawab ketidak-mengertian saya dan keluarga soal penyakitnya. Kiranya jawaban dokter bisa menjadi penghibur kedukaan kami. Terima kasih.

Nur Fasikha - Koja

 

Jawaban :

Ibu Fasikha di Koja,
Pertama-tama saya mengucapkan duka cita atas kepergian ananda. DBD memang sampai saat ini menjadi penyakit yang menakutkan, karena penyakitnya cepat datang dan cepat pergi. Walau demikian, hanya sedikit saja sebetulnya yang mendatangkan maut, sedihnya bila yang hanya sedikit itu justru menimpa anak kita.

Sampai sekarang gambaran penyakit DBD ini sama seperti yang dulu-dulu juga, yakni panas 2-3 hari, kemudian dilanjutkan dengan keadaan yang dianggap seperti sembuh (tak demam lagi), padahal inilah fase yang bisa mengancam nyawa. Tak semua anak mengalami fase kritis, sebagian besar (> 90 persen) melaluinya dengan baik.

Penyakit DBD tidak mengenal usia atau berat badan - nyamuk pembawa virus Dengue tidak memeriksa dulu apakah korban yang digigitnya perempuan atau laki-laki, berkulit putih atau hitam, gemuk atau kurus, anak atau dewasa, kaya atau miskin. Semua bisa kena, walaupun sekarang ada kecenderungan komplikasi lebih berat terjadi pada anak besar dan dewasa.

Penyakit ini bila dibandingkan dengan penyakit oleh virus lain, pada awalnya hampir tak ada bedanya. Diawali dengan panas, sakit perut, pusing, sakit kepala, nyeri bola mata, tenggorokan kering, lesu. Pada pasien yang mengalami fase kritis, yakni masuk hari 4-5 panas, pasien tampak amat lesu, ujung tangan dan kakinya mendadak dingin sekali akibat berkurangnya jumlah cairan di pembuluh-pembuluh darahnya.

Cairan ini rembes dan keluar dari pembuluh karena ada sistem kontrol yang rusak.
Ketika anak tampak lesu dan semuanya anggota tubuhnya dingin, maka di sini mulai terjadi kekacauan peredaran oksigen yang diperlukan untuk otak. Makin lama hal ini dibiarkan (dalam hitungan jam, bukan hari!) makin luas kerusakan yang terjadi di berbagai tempat (bukan hanya otak).

Sayangnya keadaan begini tak selalu harus mulai terjadi di pagi/siang hari (tatkala kita pun terjaga), bisa saja malam hari. Mungkin, mungkin ya, mulainya kondisi kritis itu tatkala ia mulai beranjak tidur dan selama jam-jam tidur itulah mulai terjadi kekacauan dalam tubuhnya.

Berjam-jam membiarkan kekacauan terjadi tentu menghasilkan sesuatu yang buruk. Dan kita baru kaget tatkala menjumpainya lewat tengah malam anak sudah tak berdaya lagi. Saya percaya, tentu dokter di rumah sakit sudah mengupayakan penyelamatan secara benar, hanya kok rasanya kurang etis jika buru-buru mengatakan tinggal menunggu hari saja. Bukankah mati-hidup ada di tangan-Nya? „Sebelum ajal berpantang mati," kata pepatah.

Masih mungkinkah keadaan memburuk itu mulai terjadi ketika Ibu bertanya tentang keluhan dirinya sebelum malam tiba? Masih mungkin saja. Pada beberapa kasus bisa saja anak menyangkal kelemahan di dirinya tatkala orang dewasa bertanya tentang keadaannya. Ini terjadi, maaf, jika seorang anak hidup dalam irama kuasa orangtuanya, dan selalu diharapkan menjadi jagoan oleh orangtuanya dalam kehidupan sehari-harinya.

Artinya orangtua tak mau melihat anaknya terkesan loyo atau lembek dalam segala hal (prestasi sekolah, semangat belajar, bermain, dan lainnya), sehingga ketika ditanya apakah dirinya sakit, anak menyangkalnya untuk tidak mengecewakan orangtuanya.

Selebihnya kita bisa mengambil pelajaran pahit, semua hanya karena kita, lingkungan kita, dibiarkan cocok untuk menumbuh-kembangkan nyamuk Aedes, bahkan segala jenis nyamuk. Terus terang kota Ibu sampai hari ini masih merupakan kota dengan predikat endemis demam berdarah „berdarah", artinya DBD tetap ada setiap hari.

Ada setiap hari karena nyamuk masih diperbolehkan beranak-pinak setiap hari di kota Ibu. Masih jarang masyarakat yang bersemangat melaksanakan PSN-30-menit di hari Jumat (bersih) dan menggiatkan kerja jumantik - bahkan di lingkungan saya ada rumah-rumah yang menolak pemeriksaan jentik nyamuk, padahal petugasnya adalah anggota warga juga.

Malu mungkin bila ketahuan kolam/dispenser/vas bunganya dihuni jentik nyamuk? Ibu masih ingat PSN/3M, bukan? Sering warga kita lebih mengutamakan pengasapan daripada PSN, padahal kunci keberhasilan ada di PSN itu. Masih demikian budaya kita saat ini, kegiatan PSN tak kelihatan dan tak terdengar dari luar, sementara pengasapan kesannya lebih gagah karena asap ada di mana-mana dan suara mesinnya saja seakan sanggup mengusir nyamuk pergi jauh.

Padahal, asap hanya mematikan (sebagian) nyamuk dewasa yang lalu lalang di udara, sementara para anak-anaknya yang telah beberapa hari mendekam di air dalam beberapa jam, lalu telah siap beroperasi mengganti peran nyamuk dewasa. Perhatikan berita demam berdarah dan nyamuk di Jakarta Utara pada situs internet ini: www.jakartautara.com/modules/news/article.php?item_id=6622, atau tentang PSN pada 202.155.5.44/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2560&Itemid=2 dan 64.203.71.11/kompas-cetak/0706/15/kesehatan/3602390.htm

Tentang penyempitan jantung anak Ibu, saya tak bisa memberi komentar lebih jauh, apakah karena kompikasi demam berdarahnya atau sebab lain yang sudah ada sebelum DBD-nya. Tak jelas juga apa yang dimaksud dengan penyempitan di situ.

Dokter Waldi

 

 

 

Sumber : Nova

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 9, 2008

Tambah Gemuk

Tanya:

Dear dr Dadang,
Selama bulan puasa berat badan saya naik 2 kg, padahal saya hanya makan saat sahur dan buka puasa saja. Bisakah dokter menjelaskan apa yang terjadi dengan tubuh saya ini.

Terima kasih atas informasinya.

Dhian



Jawaban :

Yang terhormat Dhian,
Berat badan terutama dipengaruhi oleh keseimbangan energi yaitu energi masuk melalui makanan dan energi keluar dari aktivitas fisik. Berat badan naik bisa disebabkan oleh asupan makanan berlebihan, aktivitas fisik kurang, dan kombinasi keduanya.

Selama bulan puasa, berat badan naik bisa disebabkan makan sahur dan buka puasa, jumlah dan porsinya banyak. Selain itu, selama bulan puasa, aktivitas fisik juga berkurang dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Berat badan juga bisa dipengaruhi oleh jenis makanan dan komposisi zat gizi yang dikonsumsi. Selain itu, faktor pencernaan dan penyerapan makanan dapat memengaruhi berat badan.

Jenis makanan olahan karbohidrat tinggi saat buka puasa, pada orang punya bakat gemuk dapat menaikkan berat badan. Makanan buka puasa roti halus, mi, bihun, kue mudah dicerna dan diserap usus, serta meningkatkan gula darah secara cepat.

Komposisi zat gizi dalam makanan seperti rasio karbohidrat kompleks (polisakarida) dan karbohidrat sederhana, serta rasio zat amilosa dan amilopektin dalam polisakarida juga memengaruhi berat badan seseorang. Makanan dan minuman takjil buka puasa teh manis, sirup, jus, kolak, bubur ketan hitam mudah dicerna dan diserap usus, serta meninggikan gula darah secara cepat.

Peningkatan gula darah secara cepat dan banyak merangsang organ pankreas memproduksi hormon insulin yang banyak. Hormon insulin akan memasukkan gula (glucose uptake) dari darah ke dalam sel-sel tubuh sehingga gula darah normal kembali.

Secara fisiologis, insulin bertugas menjaga keseimbangan gula darah. Selain itu, insulin juga berperan dalam pembentukan lemak (lipogenesis) sehingga lemak tubuh bertambah dan berat badan naik.

Selama bulan puasa berat badan Anda naik 2 kg, padahal hanya makan sahur dan buka puasa saja, sangat mungkin apabila Anda sering mengonsumsi makanan olahan karbohidrat tinggi dan karbohidrat sederhana tinggi saat buka puasa.

Anda yang punya bakat gemuk dianjurkan mengonsumsi buah-buahan utuh atau sayuran saat takjil buka puasa. Selain itu, Anda dianjurkan olahraga kesegaran jasmani sesuai dengan kondisi tubuh selama bulan puasa agar Anda bisa mempertahankan berat badan.

Dadang Arief Primana

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

 

 

 

Sumber : Bisnis Indonesia online

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

November 8, 2008

Pertahankan Berat Badan

Tanya:

Yth dr Dadang.
Dok, selama puasa ini berat badan saya turun 3 kg. Bagaimana mempertahankan berat badan agar tidak naik lagi setelah puasa. Bahkan saya masih ingin turun kira-kira 3 kg lagi. Apakahmain hulahop bisa menurunkan berat badan dok?

Ria, Tangerang


Jawaban :

Yang terhormat Ria,
Penelitian menunjukkan bahwa makan malam porsi besar, menyukai karbohidrat sederhana dan terolah, serta gemar makan dan aktivitas fisik ringan menyebabkan peningkatan berat badan. Peningkatan berat badan juga terjadi pada orang jarang makan tetapi sekali makan porsi besar, makan porsi kecil tetapi sering makanan camilan, serta frekuensi makan sering dan porsi besar.

Selama puasa, berat badan Anda bisa turun karena niat ibadah puasa kuat sekali. Selain itu, selama puasa biasanya frekuensi makan teratur dan makan tidak sering yaitu hanya makan sahur dan buka puasa serta jarang makan camilan.

Anda dapat mempertahankan berat badan agar tidak naik lagi setelah puasa yaitu Anda punya niat dan disiplin kuat untuk mempertahankan berat badan.

Anda harus mengaturjadwal makan dengan porsi makan kecil dan menghilangkan makanan camilan. Selain itu, Anda harus mengurangi karbohidrat sederhana dan terolah, seperti minuman manis bergula, kue-kue, roti, mi, bihun, dan gorengan camilan.

Anda juga harus melakukan aktivitas fisik untuk mempertahankan berat badan, misalnya, melakukan olahraga kesegaran jasmani sesuai dengan kondisi tubuh. Olahraga kesegaran jasmani berupa olahraga kesegaran jasmani aerobik seperti jalan kaki, jogging, ditambah olahraga beban ringan sampai sedang.

Main hulahop, bermain rotan bulat (ada juga plastik), bisa menurunkan berat badan, membuat badan langsing, perut ramping, dan pinggang rapi apabila Anda sudah sangat terlatih main hulahop. Lihat saja, atlet senam yang sudah sangat terlatih main hulahop secara teratur, pinggangnya langsing-langsing.

Main hulahop, bukan sekadar memutar rotan bulat di pinggang melainkan butuh feeling kuat, butuh konsentrasi dan koordinasi antara perut, pinggang, dan pinggul. Main hulahop juga harus bisa menjagaritme gerak dan mempertahankan rotan bulat tersebut tidak terperosot jatuh dan melorot begitu saja.

Apabila Anda belum terlatih main hulahop sangat sulit menurunkan berat badan. Main hulahop dapat menyebabkan pinggang sakit dan kaku, pinggul memar, kadang-kadang kram perut. Selain itu, mata kaki bisa bengkak akibat tertimpa alat hulahop.

Dadang Arief Primana

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

 

 

 

Sumber : Bisnis Indonesia online

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment